STRATEGI PEMBELAJARAN
A. Strategi Pendidikan yang Bersifat Makro
Strategi pendidikan yang bersifat makro biasa dilakukan oleh para pengambil keputusan dan pembuat rencana pendidik (aducation planner) atau dalam hal ini adalah pemerintah. Strategi makro ini memiliki cakupan luas dan bersifat umum, artinya bukan dilakukan oleh satu atau segelintir orang saja, namun melibatkan masyarakat secara keseluruhan. Strategi yang diusulkan terdiri dari tiga komponen utama, yaitu tujuan, dasar, dan prioritas dalam tindakan.
1. Tujuan
Segala gagasan untuk merumuskan tujuan pendidikan di dunia Islam haruslah memperhitungkan bahwa kedatangan islam adalah permulaan baru bagi manusia. Islam datang untuk memperbaiki keadaan manusia dan menyempurnakan agama.
2. Dasar-dasar Pokok
Dasar-dasar pokok pendidikan islam, yaitu :
a. Keutuhan (syumuliyah)
Pendidikan islam haruslah bersifat utuh, artinya memperhatikan segala aspek manusia : badan, jiwa, akal, dan rohnya. Pendidikan dalam rangka pengembangan SDM, ditemukan al-Quran, menghadapi peserta didiknya dengan seluruh totalitas unsur-unsurnya. Al-Quran tidak memisah unsur jasmani dan rohani tetapi merangkaikan pembinaan jiwa dan pembinaa akal, sekaligus tidak mengabaikan jasmaninya
b. Keterpaduan
Kurikulum pendidikan islam hendaknya bersifat terpadu antara komponen yang satu dengan yang lain dengan memperhatikan hal berikut : (1). Pendidikan haruslah memberlakukan individu dengan memperhitungkan ciri kebribadianya : jasadnya, jiwa akal dan roh.(2).
c. Kesinambungan / Keseimbangan
Pendidikan islam haruslah bersifat kesinambungan dengan memperhatikan aspek-aspek berikut : 1) sistem pendidikan itu perlu memberi peluang belajar pada tiap tingkat umur, tingkat persekolahan dan setiap suasana.2) sistem pendidikan islam itu selalu memperbarui diri atau dinamis dengan perubahan yang terjadi.
d. Bersifat ilmiah
Pendidikan islam haruslah memandang sains dan tegnologi sebagai komponen terpenting dari peradaban modern, dan memberi perhatian khusus ke berbagai sains dan teknik modern dalam kurikulum dan berbagai aktivitas pendidikan, hanya ia harus sejalan dengan semangat islam.
e. Bersifat Prakital
Kurikulum pendidikan islam tidak hanya bisa bicara secara teoritis saja, namun ia harus dipraktekan. Karena ilmu tak akan berhasil jika dipraktekan atau realita.
3. Prioritas dalam tindakan
a. menyekolahkan semua anak yang mencapai usia sekolah, dan membuat rancangan agar mereka memperoleh pendidikan dan ketrampilan.
b. Penganekaragaman jalur pengembangan disemua tahap pendidikan dan pembimbingnya ke arah fleksibel.
c. Meninjau kembali materi dan metode pendidikan (kurikulum) supaya sesuai dengan semangat islam dan ajaran-ajaranya, dan bagi berbagai kebutuhan ekonomi, teknik, dan sosial.
d. Administrasi dan perencanaan. Pada tahap administrasi patutlah dimudahkan hubungan yang fleksibel pada administrasi, pembentukan teknisi-teknisi yang mampu, dan mempraktekan sistem desentralisasi.
B. Strategi Pendidikan yang Bersifat Mikro
Maksudnya dalam pelaksanaan strategi pendidikan yang bersifat mikro adalah dalam pelaksanaanya yaitu secara individu. Ruang lingkup strategi ini lebih menitikberatkan pada strategi yang harus dilakukan oleh individu seorang muslim pakar-pakar dalam bidang pendidikan memusatkan pada metode tazkiyah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar