PERANAN MEDIA ELEKTRONIK TELEVISI TERHADAP PENDIDIKAN
Saran dari dampak televisi terhadap pendidikan
1. Usaha konstuktif dalam memanfaatkan tegnologi komunikasi untuk pendidikan ketahanan budaya dan moral, perlu dilakukan secara menyeluruh dan terkoordinasikan.
2. Semua pihak yang terlibat meliputi : pemerintah, penyelenggara siaran televisi dan radio swasta, penyedia bahan siaran, lembaga masyarakat dan organisasi sosial, pendukung dana, organisasi profesi, peneliti, pendidik, dan politisi wakil-wakil rakyat.
3. Peraturan yang ditujukan untuk membatasi adegan kekerasan dan kecabulan akan sulit ditegakkan kalau kita sendiri mempunyai persepsiyang berbeda tentang moral, etik dan estetika. Peraturan semacam ini memang tidak membendung siaran yang dipancarka dari luar negri, tetapi paling sedikit dapat mengurangi sasaran penyajian hanya kepada mereka yang mempunyai sarana tertentu.
4. Departemen dan lembaga negara seperti departemen pendidikan dan kebudayaan, departemen kesehatan, departemen tenaga kerja, departemen pariwisata, pos dan telekomunikasi, BKKBN, dan BP7, perlu berperan dan memberikan kontribusi dalam penyediaan program tayangan termasuk anggaranya.
5. Kalau pada tahun 1984-1987 departemen pendidikan dan kebudayaan dapat menyediakan anggaran untuk pembuatan program televisi untuk pendidikan watak bagi bagi remaja (serial ACI), tentunya dengan kenaikan anggaran dalam REPELITA IV yang akan datang, dapat dialokasikan lagi anggaran untuk keperluan semacam.
6. Dalam penyelenggaraansiaran televisi pendidikan sekolah seyogyanya ditujukan terlebih dahulu keada guru dengan tujuan :memahami kebijakan dan pembaharuan dibidang pendidikan, meningkatkan kemampuan profesional , mengenal karakter tegnologi komunikasi khususnya televisi sehingga siap untuk menjalankan perananya sebagai pengelola kegiatan belajar , serta memberikan kesempatan lebih besar dalam usaha meningkatkan kareier.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar